Hokky Caraka, Dikritik Shin Tae-yong Usai Cetak Quatrick

Hokky Caraka, Dikritik Shin Tae-yong Usai Cetak Quatrick

Livebola.id – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, Shin Tae-yong mengevaluasi permainan skuadnya usai berhasil menang telak 7-0 atas Brunei Darussalam U-19 di laga lanjutan Grup A Piala AFF U-19 2022. Menariknya Hokky Caraka yang mencetak quatrick alias empat gol pun juga mendapatkan kritikan dari pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Caraka merupakan jebolan Garuda Select yang kini tengah menjadi perbincangan hangat. Penyerang berusia 17 tahun itu mencetak empat gol dalam kemenangan 7-0 Timnas Indonesia U-19 atas Brunei Darussalam U-19.

Baca Juga : Beratnya Hukuman Judi Online Tidak Lantas Membuat Jera Para Pecandunya

Penampilannya itu membuat Caraka kini melesat ke posisi teratas daftar pencetak gol terbanyak Piala AFF U-19 2022. Namun, penampilan pemain PSS Sleman itu masih belum bisa membuat Shin Tae-yong puas.

Menurut Shin Tae-yong, Hokky Caraka masih banyak kekurangan dan harus banyak belajar lagi. Caraka kemudian mengakui bahwa pernyataan pelatihnya itu benar.

Caraka mengatakan bahwa skema bermain di Garuda Select dengan di Timnas Indonesia U-19 amat berbeda. Sebab itu, dirinya masih harus beradaptasi.

“Soalnya selama di garuda select, belajarnya 4-4-2 bukan pakai satu striker, jadi saya agak adaptasi di sini dengan satu striker,” kata Caraka kepada awak media di Lapangan Rawalumbu, Selasa (5/7/2022).

“Semoga kedepannya bisa lebih bagus lagi, ya semoga kita bisa meraih hasil maksimal melawan Thailand,” tambahnya.

Menyesuaikan diri dengan gaya bermain yang diusung tim memang bukan perkara mudah. Skema striker tunggal memang merupakan tantangan tersendiri bagi striker.

Dalam skema dua striker, biasanya salah satu striker akan mengalihkan fokus bek lawan melalui pergerakannya, sedangkan satu striker lainnya akan mencari ruang untuk menerima umpan. Posisi tersebut dilakukan bergantian tergantung situasi.

Terkadang ada pula yang salah satu striker ikut turun menjemput bola, sedangkan satu striker lainnya menunggu di depan sembari mencari ruang. Hal itu amat berbeda jika menggunakan satu penyerang.

Jika menggunakan satu striker, maka striker sebuah tim biasanya ditugaskan sebagai target man. Itu artinya, Caraka harus pintar-pintar mencari ruang dan mengasah insting mencetak golnya.

Diharapkan performa Caraka bisa terus konsisten dan semakin matang. Terlebih lagi, Timnas Indonesia senior tentu amat membutuhkan pemain yang berposisi sebagai ujung tombak mengingat penyerang lokal berkualitas di Indonesia amat minim.