Mundur dari AFF, Timnas Indonesia Hadirkan 3 Kerugian Ini ke Piala AFF 2022 jika Pindah ke EAFF

Mundur dari AFF, Timnas Indonesia Hadirkan 3 Kerugian Ini ke Piala AFF 2022 jika Pindah ke EAFF

LiveBola.id – DITUNTUT mundur dari Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF), Timnas Indonesia dalam hal ini PSSI bisa menghadirkan 3 kerugian ke Piala AFF 2022 yang digelar akhir tahun ini. Jika Timnas Indonesia memilih pindah ke Federasi Sepakbola Asia Timur (EAFF) sesuai saran yang diutarakan sejumlah pencinta sepakbola Tanah Air, otomatis skuad Garuda Nusantara takkan ambil bagian di Piala AFF 2022.

Sekadar diketahui, netizen mendorong PSSI meninggalkan AFF, efek dugaan adanya praktik sepakbola gajah di Piala AFF U-19 2022. Netizen pun mendorong PSSI untuk hengkang ke EAFF yang beranggotakan tim-tim mapan seperti Jepang, Korea Selatan dan China.

Baca Juga : Kalah Di Leg Pertama, Borneo FC Siap Balas Dendam Di Leg Kedua!

Saking ngebetnya supaya PSSI pindah ke EAFF, netizen ramai-ramai mem-follow akun Instagram resmi EAFF, @EAFF_Official, plus menandai akun PSSI. Dalam waktu satu hari, jumlah followers akun EAFF_Official meningkat hingga tujuh kali lipat!

Tahu mendapat banyak followers baru dari Indonesia, akun @EAFF_Official pun menyampaikan salam kepada netizen Indonesia yang sudah mem-follow mereka.

“Halo untuk pengikuti baru kami dari Indonesia,” tulis akun EAFF_Official, dalam salah satu kolom komentar di unggahan mereka.

Karena itu, AFF dalam ancaman jika benar Timnas Indonesia angkat kaki dari Federasi Sepakbola Tenggara. Tentunya, penyelenggaraan Piala AFF 2022 jika terkena imbasnya.

Pemberitaan soal Piala AFF 2022 takkan semasif biasanya jika Timnas Indonesia tak lagi di dalamnya. Sekadar diketahui, ketimbang media-media Asia Tenggara lain, media-media di Indonesia jadi yang paling intens mengabarkan kiprah dan aksi pemain di ajang Piala AFF.

Efek exposure berkurang, sponsor diprediksi enggan mendekat di penyelenggaraan selanjutnya yang dilangsungkan pada 2024.

Format Piala AFF 2022 diprediksi kembali menggunakan format lama (Piala AFF 2018), yang mana masing-masing tim memainkan dua laga kandang dan tandang di fase grup. Kemudian semifinal dan final menggelar laga home and away.

Dengan absennya Timnas Indonesia (asumsi keluar dari AFF), rataan jumlah penonton yang hadir ke stadion otomatis berkurang. Padahal, jika Timnas Indonesia berkandang di stadion yang mempunyai kapasitas besar seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno atau Jakarta International Stadium, diprediksi bangku penonton bakal penuh.

Di Asia Tenggara, saat ini ada empat poros kekuatan utama yakni Timnas Indonesia, Vietnam, Thailand dan Malaysia. Jika Timnas Indonesia pergi, otomatis persaingan semakin mengerucut ke tiga negara saja.

Hal itu membuat tim-tim Asia Tenggara diprediksi kesulitan mengembangkan performa karena bertemu tim-tim yang itu saja. Sekarang, menarik menanti respons apa yang diambil PSSI menyikapi masalah ini.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, sendiri sudah mendengar desakan netizen soal permintaan angkat kaki dari AFF. “Saat ini banyak netizen yang meminta Indonesia keluar dari AFF karena mereka menganggap ada permainan,” kata Mochamad Iriawan mengutip dari laman resmi PSSI.